Memulai dari akhir, kata tersebut pernah saya temui di salah satu buku best seller pada waktu kuliah dulu. Salah satu cara yang paling efektif untuk menjaga motivasi kita dalam menjalankan hidup dan tetap istiqomah di jalan-Nya adalah kita membayangkan bila kita sudah tiada, seperti apa orang-orang akan mengenang kita. Bisa jadi seseorang akan mengenang kita dengan "Febri si tukang malas", "Febri si berantakan", "Febri si Biasa Saja". Atau sebaliknya "Febri si Creative Problem Solver", "Febri si Muslim Istiqomah", "Febri si Cerdas", "Febri si Jago komputer" dan lain sebagainya. Ya bisa saja mereka mengenang hal-hal tersebut dibenak mereka. Itu semua tergantung dengan seberapa kuat identitas kita selama hidup, akhlak kita selama hidup, apa nilai-nilai yang kita anut dan kita jalankan dengan istiqomah selama kita hidup. Semua itu secara tidak sadar akan tertanam dibenak orang-orang sekitar kita dan pada akhirnya orang mengenal kita seperti yang mereka fikirkan.
Pada saat melihat gambar seperti itu juga saya langsung teringat, bahwa nikmat muda akan hilang. Mengingatkan saya untuk terus bersyukur dan selalu mengingat ingat nikmat muda sebelum tua, lapang sebelum sempit, sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin dan hidup sebelum mati. Subhannallah...maha suci engkau, segala puji hanya untuk Mu ya Allah... Jadikanlah saya manusia yang menjadikan waktu sebagai alat untuk produktif selalu.
Action yang sedang saya lakukan saat ini sebagai hasil tafakur tersebut adalah membiasakan diri setiap hari dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Karena awalnya kita yang membentuk kebiasaan-kebiasaan tapi pada akhirnya kebiasaan-kebiasaan tersebut yang akan membentuk kita. Semoga tetap istioqmah menjalankan action yang satu ini. Amin.
Wallahualam....
(gambar diambil dari http://hapihappy.files.wordpress.com/2008/03/old-people-smile.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar