Sabtu, 28 Maret 2009

Penyakit Bangsa versi KH Zainuddin MZ

Ada yang unik dari paparan-paparan KH Zainuddin MZ pada peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Bakrie Kemarin. Kemampuan beliau melakukan utak-atik bahasa dan istilah memang menjadi ciri khas beliau, dan berdampak kepada pendengarnya yang tidak merasa bosan saat mendengarkan tausyiah dari beliau. Salah satu hasil dari ilmu utak atik tersebut adalah paparan tentang penyakit yang sedang dilanda oleh umat islam di Indonesia.

Setidaknya ada 3 penyakit yang dimiliki oleh umat Islam di Indonesia.

1. KuDis atau Kurang Disiplin. Yang saya tangkap dari paparan beliau tentang point 1 adalah tentang ilmu Istiqomah dan dasar islam yang merupakan Disiplin. Beliau mencontohkan pada saat sesudah seorang muslim ber-syahadat maka muslim tersebut harus disiplin dalam mengakui bahwa tempat kita bergantung, tempat kita memohon, bahwa yang berkuasa adalah Allah SWT, walau bagaimanapun keadaan yang sedang kita alami. Sholat juga mengajarkan kita untuk disiplin waktu. Puasa pun sama kerasnya mengajarkan disiplin. Dan semua ibadah, disiplin pasti melingkupi nya. Dan pada akhirnya kebiasaan disiplin tersebut dapat kita tularkan ke keseharian kita. Dari satu individu menjadi satu kelompok kemudian besar menjadi masyarakat dan akhir nya sebuah bangsa yang disiplin, terhindar dari penyakit Kudis.



2. KuRap atau kurang Rapih. Pokok inti dari penyakit ini adalah lemahnya kemampuan memanage sesuatu yang telah di planning atau me-maintain sesuatu yang telah dibuat. Kemampuan management ini akan membuat planning menjadi realita dan segala sesuatu dirawat dengan baik.


3. Kutil atau kurang teliti. Umat ini sangat kurang bila menghadapi detail. Segala sesutu dibuat asal jadi, asal berdiri, asal berfungsi. Tapi sense of quality nya tidak ada. Sense of detile nya tidak pernah menjadi integritas diri. Akhirnya barang-barang atau service-service yang dibuat sama sekali tidak ada daya saing bila dibandingkan dengan competitor-competitor nya.


Semua itu terjadi karena Kuman atau Kurang Iman. Kita kurang yakin bahwa yang menguasai kita adalah Allah SWT, bahwa yang sabda dan nasihat yang paling benar adalah Alquran yang datang dari Allah SWT dan sunah yang dibawa Rasullullah, bahwa yang paling patut dicontoh adalah Rasullullah SAW. Seandainya Iman itu sudah melekat menjadi integritas seseorang Insya Allah 3 penyakit itu tidak akan terjadi pada masyarakat suatu bangsa.

1 komentar:

  1. INI BUKTINYA : PUTUSAN SESAT PERADILAN INDONESIA

    Putusan PN. Jkt. Pst No.Put.G/2000/PN.Jkt.Pst membatalkan demi hukum atas Klausula Baku yang digunakan Pelaku Usaha. Putusan ini telah dijadikan yurisprudensi.
    Sebaliknya, putusan PN Surakarta No.13/Pdt.G/2006/PN.Ska justru menggunakan Klausula Baku untuk menolak gugatan. Padahal di samping tidak memiliki Seritifikat Jaminan Fidusia, Pelaku Usaha/Tergugat (PT. Tunas Financindo Sarana) terindikasi melakukan suap di Polda Jateng.
    Ajaib. Di zaman terbuka ini masih ada saja hakim yang berlagak 'bodoh', lalu seenaknya membodohi dan menyesatkan masyarakat, sambil berlindung
    di bawah 'dokumen dan rahasia negara'.
    Maka benarlah statemen KAI : "Hukum negara Indonesia berdiri diatas pondasi suap". Bukti nyata moral sebagian hakim negara ini sudah sangat jauh sesat terpuruk dalam kebejatan.
    Permasalahan sekarang, kondisi bejat seperti ini akan dibiarkan sampai kapan??
    Sistem pemerintahan jelas-jelas tidak berdaya mengatasi sistem peradilan seperti ini. UUD 1945 mungkin penyebab utamanya.
    Ataukah hanya revolusi solusinya??

    David
    HP. (0274)9345675

    BalasHapus